Absurd

Asal Mula Nama Kampungku, Karna Misuh??

Misuh, mengumpat, agaknya menjadi bagian yag tak terpisahkan oleh masyarakat surabaya dan sekirtarnya, anehnya meski tak pernah di ajari di pengajian, ga ada di kurikulum sekolahan,  kata pisuhan, seolah sudah mendarah daging di masyarakat..

Misuh bisa berarti banyak makna, bisa berarti istiqfar, kata sapaan, ungkapan marah, kagum dsb.kesandung batu, misuh…
guyonan, misuh…
nyapa tetangga, misuh…
ketemu cewek cakep, misuh…
tawuran, misuh…
nemu duit di jalan, misuh…..
ngantuk, misuh..
kekenyangan, misuh…
khotbah jumat,, *eeh nggak ada*

Aneka macam kosakata pisuhan , bisa kita temukan dlm keseharian masyarakat. Mulai dari penghuni kebun binatang ( asu, jangkrik, wedhus , babi), anggota badan (dengkulmu, ndasmu, congormu, matamu) sampe embahnya pisuhan,  yang kata brengsek atau bangsat kelihatan lebih ‘sopan’.  iaitu kata ‘jancuk’Ga ada definisi yg jelas mengenai makna sesungguhnya kata jancuk itu sendiri, kapan pertama kali di pakai, dan siapa penciptanya.

Singopadu On GoogleMaps

Kalo tak pikir2 ternyata asal mula nama desaku, sejarahnya juga ga lepas dari pisuhan. Cerita ini mungkin gak setenar legenda banyuwangi ataupun tangkuban perahu. tapi paling nggak bisa d buat dongeng pengantar tidur anak.

Begini ceritanya.
Konon, desa saya mulanya bernama mertamu yg artinya bertamu. One day, ada seorang pendatang yg mampir ke desa itu dan bertemulah dg orang pribumi yang bernama ‘singo’. Tidak ada sumber yg pasti, itu nama asli apa cuma julukan, tp masyarakat biasanya manggilnya ‘wak singo’.
Terjadilah percakapan antar keduanya (transkrip percakapan tentu saja memakai bahasa jawa, untuk memudahkan membaca, sudah saya translate ke bahasa indonesia).

Pendatang : “permisi, desa ini namanya apa ya?”
saat itu, suara waksingo lagi sengau (mirip komeng) mungkin juga masih cadel
Wak Singo : “matamu..”
si pendatang tentu saja kaget, mendengar jawaban itu
Pendatang : “anda ini, saya tanya baik2 malah di jawab matamu.. ini desa apa??” tanya nya sekali lagi.
Wak Singo : “matamuuuu”
akhirnya terjadilah ‘padu’ dlm bahasa jawa yg berati ‘omel-omelan’ atau perang mulut, karna keributan itulah mengundang perhatian penduduk desa. setiap ada orang tanya “ada apa koq rame” yang lainya menimpali “wak singo padu”, sejak itulah biar ga terjadi salah paham lagi, desa itu di ganti namanya Singopadu.

Jika suka, bagikan postingan ini ke:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments