Absurd

Introvert

 “Permudah dirimu sendiri. Tidak ada yang sempurna. Terima dengan lembut keadaanmu.” ~ Deborah Day

Dulu jaman SMP terdapat mata pelajaran bimbingan konseling. Yaps, matpel yang sangat mengasyikan dan memiliki banyak makna baik dimasa sekarang maupun dimasa depan, namun dengan waktu yang lebih singkat dibanding matpel-matpel yang lain. Suatu hari terdapat materi tentang pengenalan kepribadian diri. Diberikan kertas borang untuk diisi sejujur-jujurnya. Dengan polosnya saya waktu itu, ku isi dengan teliti sesuai dengan keseharian saya. Kertas borangpun dikumpulkan untuk diberikan ke guru bimbingan konseling. Pertemuan berikutnya, menjadi pengumuman untuk hasil dari pengisian borang hari itu.
     Pertemuan berikutnya pun tiba. Hasil diumumkan dengan diberikan ke masing-masing siswa. Yaps hari itu aku membaca diriku merupakan seorang introvert. Hahh?? Introvert?? Masih kurang begitu paham mengenai arti dari kata introvert. Karena jaman itu saya sudah pegang telepon pintar (smartphone), akhirnya saya coba browsing arti kata introvert, dan hasilnya kurang lebih seperti ini:

“Introvert adalah kepribadian seseorang yang sering menutup diri pada keadaan luar. Mereka akan cenderung lebih pendiam jika berada di dalam keramaian.”

Masih kurang percaya dengan hasil tersebut. Karena dikehidupan sehari-hari kadang aku begitu riang guyon dengan teman-teman, dan menurutku merupakan seorang hiperaktif (hyperactive). Tapi yang kutulis diborang waktu itu merupakan ku tulis apa adanya tanpa ada embel-embel bohong maupun mencontek kanan kiri. 
     Seiring berjalannya waktu, akhirnya aku mulai mengenali dan memahami diriku sendiri. Yaps aku mengenali diriku seorang Introvert, lawan dari ekstovert. Awalnya agak minder saat mengenali diri seorang introvert tapi lama-lama menjadi terbiasa.

     Saya menyadari kalo saya berkumpul dengan teman-teman akrab saya bisa banyak bicara dan bisa bercanda beda dengan saat saya rapat, saya menjadi pendiam dan tidak mengeluarkan argumen, kecuali ketika ada yang meminta pendapat. Ketika saya berada dilingkungan baru, saya lebih memilih diam sambil main handphone ataupun plonga-plongo, daripada saya mengajak berbicara.

     Ada beberapa yang unik mengenai diriku yang ternyata kusadari seorang introvert, yaitu:
1. Selektif mencari teman maupun pasangan. Setiap orang mempunyai karakter masing-masing, aku termasuk selektif mencari teman. Bukan karena meremehkan temen atau pun membedakan kasta teman. Karena seorang introvert itu butuh teman yang membuat dirinya nyaman. Mencari teman yang akrab itu tidak mudah. Jumlah teman seorang introvert tidak banyak. Aku mencari teman yang biasanya nyambung jika berbicara denganku. Apalagi seorang pasangan, pasti selektif banget. Melihat dari fisik, penampilan dan sifatnya mesti di analisis. Ya walaupun kayaknya hanya ada beberapa persen dari kriteria. Tidak mau mencari yang sembarangan atau mudah menerima pasangan.

2. Seorang Introvert suka menyendiri. Aku sering kemana-mana sendiri. Padahal biasanya seorang pria jika jalan-jalan sering bersama teman, keluarga atau pasangannya. Sering makan di rumah makan sendiri, nonton bioskop sendiri, melakukan apa aja sendiri. Dampak positif juga sih karena tidak merepotkan orang lain. Kalau mau ngerjain tugas juga maunya menyendiri di ruangan tanpa orang. Kenapa suka menyendiri? Karena aku tidak suka orang-orang mengganggu walaupun dia diam. Tapi kehadirannya membuat aku tidak fokus melakukan atau mengerjakan suatu pekerjaan. hal yang aku lakukan di kamar sendirian adalah menyanyi, nulis, nonton film di laptop hingga menulis kata-kata harapan.

3. Seorang introvert tidak menyukai keramaian. Sering pusing melihat keramaian, karena menurut ku keramaian menyebabkan kebisingan dan bentuk tidak beraturan di otak, maksudnya orang-orangnya jalan ada yang satu kesini, ada juga yang kesana. Mungkin yang baca ini mengira lebay atau alay atau apalah. Tapi itulah yang saya rasakan. Biarkan dikatakan lebay atau apalah terserah saja.

     Oke sekian tulisan saya kali ini. Terima kasih bagi kalian yang berminat untuk membaca. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kalian.

Jika suka, bagikan postingan ini ke:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments