Pertanyaan dalam Isi Kepala

Gimana Sih Cara Nabung Saham Seperti Orang-Orang??

Sebelum baca artikel ini, tolong di note bahwa saham beda dengan forex (Binomo, Olymptrade, Iq-Option, OctaFX, dan aplikasi forex lainnya).

Ngomong tentang saham sepertinya bahasanya terlalu tinggi untuk orang awam. Padahal kalo kita paham tentang saham bakalan tercengang dan menimbulkan ekpresi “Ohh ternyata saham itu begitu ya”. Saham merupakan sebuah bukti kepemilikian nilai sebuah perusahaan. Jika ada penjelasan saya yang salah mohon dikoreksi ya bagi teman-teman yang lebih paham karena saya bukan orang ekonomi 🙂

Penjelasan sederhana tentang saham begini, si A memiliki sebuah perusahaan Ayam Geprek dan ingin mengembangkan usahanya dengan membuka cabang. Tetapi si A tidak memiliki modal untuk mengembangkan usahanya. Kemudian si B menawarkan modal ke si A untuk mengembangkan usahanya dengan perjanjian imbalan bagi hasil. Bisa dikatakan bahwa si B memiliki perusahaan si A juga karena dia yang memberi bantuan modal usaha namun kepemilikannya tidak 100% ya. Nah jadi konsep sederhana saham seperti itu.

Kenapa sih disini saya bilangnya nabung saham? Karena dalam saham gak bisa pake mental ingin cepat dapat profit/kaya. Mental kaya gini bakal jadi boomerang, karena cenderung akan lebih serakah dan rakus. Saham termasuk dalam pasar modal karena instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar modal merupakan instrumen jangka panjang (jangka waktu lebih dari 1 tahun) seperti saham. Seperti halnya pasar yang pernah kalian kunjungi, yaitu tempat bertemunya antara pembeli dan penjual. Nah, begitu pun pasar modal.

Pembeli dalam pasar modal disebut investor. Sedangkan penjual/perusahaan dalam pasar modal disebut emiten. Emiten ini para perusahaan baik swasta maupun BUMN yang membutuhkan modal untuk kelangsungan serta pengembangan usahanya. Dan yang diperjualbelikan adalah modal berupa hak kepemilikan perusahaan dan surat pernyataan hutang perusahaan.

Nah jika kita membeli saham maka kita pasti bakalan diundang RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) juga dan bisa menyuarakan arah perusahaan mau dibawa kemana karena kita termasuk pemilik perusahaan. Contohnya bulan Desember ini bakalan ada RUPS BRI Syariah (BRIS) mengenai merger bank syariah. Kalo beli sahamnya, kalian bisa ikut menentukan pendapat melalui voting baik ditempat RUPS atau melalui aplikasi KSEI. Secara kalian sudah jadi pemiliknya. Walaupun cuma punya 1 lot wkwk. Silahkan coba dan rasakan sensasi ikut rapat pemegang saham dan dapat bertemu langsung dengan para direksi dari perusahaan. Menarik bgt kan?

Banyak banget yang bilang “Ah nabung saham pasti mahal” heiiii anda tidak tahu saja, dengan uang Rp.66 kalian sudah bisa memiliki saham batu bara loh! Gaya bgt kan? Tapiiii, Rp.66 itu dapet 1 lembar aja ya. Kalo disaham paling dikit itu beli 100 lembar atau biasa disebut 1 lot. Jadi kalo diitung-itung dengan uang Rp.6600, kalian udah punya 1 lot saham (100 lembar) batu bara! Selain itu, apa yang kalian harapkan dari berinvestasi di saham? Tentunya adalah return atau tingkat pengembalian. Bentuk return dalam investasi di saham dibagi 2 yaitu capital gain dan dividen.

Capital Gain merupakan keuntungan yang didapat dari pertumbuhan nilai aset dan modal. Bingung? Begini, anggap saja saham itu seperti sertifikat tanah dan tanah itu adalah perusahaan. Kemudian tanah itu harganya naik dan Anda menjualnya. Nah selisih harga beli tanah dan harga jualnya itu yang disebut capital gain. Selisih itulah yang disebut keuntungan capital gain. Sedangkan Dividen merupakan laba yang diperoleh dari kinerja perusahaan. Kembali ke analogi tanah tadi. Misalnya tanah itu dijadikan lokasi parkir maka pemasukan dari sewa parkir itu sebagian masuk ke pemilik tanah. Biasanya pemilik saham lebih suka mencari keuntungan capital gain karena sifatnya lebih cepat. Beli di saat harga murah dan jual di saat harga tinggi. Beda dengan dividen yang nilainya lebih kecil karena tergantung dari kinerja perusahaan.

Oke, sekarang langsung aja ke bagaimana cara nabung sahamnya. Berikut langkah-langkah yang harus kalian lakukan jika ingin menabung saham:

  1. Membuka Rekening. Seperti halnya menabung di bank-bank konvensional, kalian juga perlu membuka rekening saham terlebih dahulu untuk bisa mulai bertransaksi. Tapi, untuk membuka rekening ini kalian harus melalui perusahaan-perusahaan sekuritas/broker. Sudah banyak perusahaan sekuritas yang terpercaya dan bisa kalian jadikan pilihan untuk membuka rekening. Biasanya sih bank ternama juga memiliki anak perusahaan sekuritas, misalnya seperti BNI Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan perusahaan sekuritas lainnya seperti Mirae Asset Sekuritas, Indo Premier Sekuritas dan masih banyak lagi. Tapi perlu diingat kembali, pastikan lu memilih perusahaan sekuritas yang terpercaya dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setiap perusahaan juga mempunyai aturan dan ketentuannya masing-masing. Sekarang ini, lu gak perlu repot-repot datang ke kantor mereka. Karena pembukaan rekening efek sudah bisa dilakukan secara online. Jangan lupa mempersiapkan dokumen-dokumen penting yang dibutuhkan.
  2. Top Up Dana ke Rekening Saham. Cara menabung saham selanjutnya yaitu melakukan top up dana ke rekening yang telah kalian buat. Dana yang diisi ke rekening tersebut akan dipergunakan untuk membeli saham di bursa efek. Seperti halnya kalian belanja online, membeli saham gak perlu langsung datang ke Bursa Efek Indonesia. Kalian akan diberikan ID dari perusahaan sekuritas yang dipilih sebagai akses ke aplikasi jual beli saham di perangkat pintar (read: Handphone).
  3. Unduh Aplikasi Sekuritas. Setelah mendapatkan askes, tinggal kalian unduh aplikasi yg dimiliki oleh perusahaan sekuritas tempat kalian membuka rekening. Biasanya aplikasi bisa digunakan di ponsel pintar/komputer. Lebih praktis sih lewat ponsel pintar, karena pergerakan saham bisa dipantau setiap saat dan di mana pun dengan praktis.
  4. Membeli saham. Cara membelinya juga gak sulit kok, pastikan dulu kalian sudah menetapkan saham mana yang akan dibeli. Kemudian klik buy, dan masukkan jumlah pembeliaannya yang minimal 1 lot atau 100 lembar. Sebelum membeli saham, kalian wajib pantau juga fundamental perusahaan yang akan dibeli sahamnya apakah perusahaan tersebut dalam keadaan sehat atau sedang ada masalah. Untuk mempelajari analisa fundamental kalian bisa cek di story Instagram @ngertisaham no 1-13.

Nabung saham juga memiliki resiko kerugian. Ada keuntungan ada pula kerugian, itulah yang terjadi kalo kalian memutuskan untuk menabung saham. Kerugiannya yaitu capital loss dan suspend.

Capital loss merupakan kebalikannya dari capital gain, yang artinya harga jual lebih rendah dibandingkan dengan harga beli. Kalau misalnya harga jatuhnya sangat drastis dan saham yang kalian miliki banyak, bayangin aja betapa pusingnya menderita kerugian drastis. Kalau gak mau rugi, ya bisa aja kalian hold (tahan) saham tersebut sampai kondisi pasarnya kembali memulih atau paling gak mendekati harga saat kalian beli dulu. Sementara kalo Suspend artinya saham yang kalian miliki diberhentikan sementara perdagangannya oleh bursa efek karena Auto Reject Atas (ARA) atau Auto Reject Bawah (ARB). Akibatnya, para investor atau pemegang saham gak bisa deh menjual sahamnya ketika masa-masa suspend selesai dicabut. Pada umumnya sih sanksi seperti ini berlangsung gak lama, sekitar satu hari tapi bisa berhari-hari lamanya. Penyebabnya bisa karena harga saham turun drastis dalam waktu singkat, perusahaan pailit, atau perusahaan tidak bisa memberikan laporan keuangan ke bursa efek.

Transaksi jual beli ini juga ada waktunya, kalian gak bisa sembarangan beli. Layaknya pasar, mereka juga memiliki jam buka dan jam tutup. Untuk jadwalnya kalian bisa lihat gambar diatas. Namun karena pandemi covid-19, sementara hari Senin-Jumat jam buka bursa saham dibuka pukul 09:00:00 s/d 11:30:00 WIB untuk sesi I dan 13:30:00 s/d 14:49:59 WIB untuk sesi II. Bursa saham libur pada hari Sabtu-Minggu, hari besar (tanggal merah), dan juga libur cuti bersama.

Oke. Sekian dulu postingan saya mengenai bagaimana cara nabung saham seperti orang-orang. Jika postingan ini bermanfaat bisa kalian share ke teman kalian atau jika terdapat kesalahan penulisan bahasa atau istilah mohon dikoreksi. Terima kasih 🙂

Sumber: https://twitter.com/memantaumu/status/1218324750151217152

Jika suka, bagikan postingan ini ke:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments